Sabtu, 22 Juni 2013

angkudes naik karena BBM naik

Begitu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diumumkan pemerintah, Sabtu (22/6/2013) malam, sejumlah sektor langsung terkena imbasnya. Di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, misalnya. Tarif angkutan pedesaan (angkudes) bahkan sudah naik hingga 25 persen. 

"Begitu BBM diketok naik, pagi ini, (tarif angkudes) langsung kita naikkan,” tandas Muh Iriyanto, Ketua Organisasi Pengusaha angkutan Darat (Organda) Kabupaten Magelang, Sabtu (22/6/2013). 

Iriyanto mengatakan, kesepakatan untuk menaikkan tarif sudah melalui musyawarah beberapa pihak terkait, koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, sekaligus disposisi Bupati. Kenaikan tersebut, imbuh Iriyanto, dilaksanakan para awak angkudes 5 wilayah di Kabupaten Magelang, yaitu wilayah bagian Selatan (Kecamatan Muntilan, Dukun, Salam), bagian utara (Secang, Grabag), bagian barat (Salaman, Kajoran, Tempuran), bagian timur (Candimulya dan sekitarnya) serta bagian tengah (Mungkid, Borobudur). 

“Kenaikan ini sebenarnya membuat kami seperti makan buah simalakama. Di satu sisi beban operasional meningkat, sementara kita juga memenuhi setoran," ujar dia. 

Namun demikian, imbuh Iritanto, sementara ini tarif angkudes khususnya yang menggunakan premium masih menggunakan tarif lama. Diperkirakan, kenaikan tarif nantinya juga akan terjadi pada armada Taksi Kabupaten Magelang. 

Sementara itu, Kasi Angkutan Orang Dishub Kabupaten Magelang, Sudirman, mengatakan, kenaikan tarif angkudes tersebut sudah dipersiapkan dengan disposisi Bupati. Ketika pemerintah pusat menaikan BBM, kata Sudirman, hari ini juga tarif angkudes juga diberlakukan.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan kontrol terkait tarif tersebut, termasuk apabila ada awak angkudes yang menaikkan tariff tidak sesuai dengan ketentuan. 

“Sejumlah Petugas juga sudah disiapkan untuk melakukan pengawasan kenaikan tarif angkudes. Kita melakukan teguran, sifatnya untuk sosialisasi agar mentaati kesepatakan bersama," kata Sudirman. 

Sudirman menyebutkan, beberapa wilayah yang berpotensi terjadi pelanggaran, di antaranya Kecamatan Muntilan, Grabag dan Secang.



KOMPAS.com


Minggu, 02 Juni 2013

Proses Terjadinya EMbun


Proses Terjadinya EMbun

Dalam kamus umum bahasa Indonesia, embun diartikan titik-titik air yang jatuh dari udara (pada malam hari). Secara umum, embun adalah nama yang diberikan untuk bintik-bintik air yang sering dijumpai menempel pada daun-daunan, dan rumput.


Proses terjadinya embun


Embun terbentuk ketika udara yang berada di dekat permukaan tanah menjadi dingin mendekati titik dimana udara tidak dapat lagi menahan semua uap air. Kelebihan uap air itu kemudian berubah menjadi embun di atas benda-benda di dekat tanah. Sepanjang hari benda-benda menyerap panas dari matahari. Sedangkan di malam hari benda-benda kehilangan panas tersebut melalui suatu proses yang disebut radiasi termal.

Ketika benda-benda di dekat tanah menjadi dingin, suhu udara disekitarnya juga menjadi berkurang. Udara yang lebih dingin tidak dapat menahan uap air sebanyak udara yang lebih hangat. Jika suhu udara bertambah semakin dingin, maka akhirnya akan mencapai titik embun. Titik embun adalah suhu dimana udara masih sanggup menahan uap air sebanyak mungkin. Bila suhu udara semakin bertambah dingin, sebagian uap air akan mengembun di atas permukaan benda yang terdekat

Embun terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah dan tenang. Ketika angin bertiup, udara tidak cukup waktu untuk bersentuhan dengan benda-benda dingin, sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk menjadi dingin mendekati titik embun. Ketika langit berawan benda-benda menjadi dingin lebih lama karena awan memancarkan kembali panas ke bumi. Embun juga terbentuk dengan baik ketika kelembaban tinggi.

Embun menguap ketika matahari bersinar. Matahari memanaskan tanah dan kembali menghangatkan udara. Udara yang lebih hangat dapat menahan uap air lebih banyak, dan embun menguap ke dalam udara ini.

Embun beku

Biasanya embun terbentuk pada titik embun dan kemudian membeku, disebut embun beku atau embun putih. Embun beku terbentuk ketika titik embun berada dibawah titik beku, sehingga mengakibatkan uap air yang lebih langsung membeku di atas benda-benda di dekat tanah.

Embun beku adalah sebuah pola dari kristal-kristal es yang terbentuk dari uap air di atas rumput, daun, dan benda-benda lainnya yang berada di dekat tanah. Embun beku terbentuk terutama pada malam yang dingin dan tak berawan ketika suhu udara turun di bawah 0 C yakni suhu titik beku air.

Embun beku dan embun terbentuk dengan cara yang tidak jauh berbeda. Sepanjang hari permukaan bumi menyerap panas dari matahari, ketika matahari terbenam bumi mulai menjadi dingin. Turunnya suhu jauh lebih besar pada malam yang cerah dibandingkan dengan malam yang berawan, karena tidak ada awan yang memantulkan kembali panas yang dilepas oleh permukaan bumi.

Ketika proses pendinginan berlanjut, uap air di udara mengembun membentuk titik-titik embun pada benda-benda. Sebagian titik-titik embun ini membeku ketika suhu turun di bawah 0 C. Titik-titik embun yang membeku semakin bertambah ukurannya, menjadi kristal beku ketika titik-titik embun di sekelilingnya menguap dan mengumpulkan uap air di atas kristal. Pada saat suhu berada di bawah titik beku uap air kadangkala langsung berubah menjadi kristal es, tanpa harus berubah menjadi titik embun. Kristal-kristal beku muncul dalam dua macam bentuk, menyerupai piring dan pilar. Kristal yang menyerupai piring berbentuk rata dan menyerupai kristal salju. Kristal-kristal pilar berupa tiang es kosong berbentuk segi enam.

Kata beku juga bermakna suhu di bawah titik beku yang membahayakan tanaman. Pada suhu ini cairan yang berada di dalam sel-sel tanaman membeku dan mengembang, mengakibatkan pecahnya dinding-dinding sel.

debu trotoar.com

malam menjelag pajar


“Bukankah masa tergelap malam adalah menjelang fajar”
Pepatah itu aku dapat setelah aku membaca sebuah novel berjudul Sang Alkemis, novel dengan cerita sederhana namun sarat makna akan kehidupan terutama soal Legenda Pribadi (mimpi)  Kadang kita ragu untuk terus melangkah ketika ujian (yg menurut kita) terberat datang. Tak sedikit orang yang keberanian dan jiwanya ringkih setelah cobaan terberat datang. Mereka memilih untuk mundur. Hegemoni ketakutan dan pesimis lebih berkuasa saat itu, padahal hati terus bertalu, memukul-mukul jiwa untuk terus meraih legenda pribadi ; suatu hal menurut Sang Alkemis yg harus kita tunaikan. Kebanyakan dari kita mengabaikan kata hati ini, tapi ketahuilah sekeras apapun akal kita menolak, suara hati akan tetap berkumandang. Dan sayangnya–ini yg kebanyakan terjadi, suara hati itu kalah saing, seiring berjalannya waktu dan makin hebatnya nalar kita mencerna keadaan, akalpun berkuasa. Hal inilah yg mengkontaminasi suara hati sehingga ia mulai kehilangan gaungnya, dan kitapun menyerah, mengikuti keadaan– pasrah. Ketahuilah kawan, aku yakin, bahkan pada saat seperti itupun, hatimu,hatiku, masih bersuara, memanggil jiwa untuk datang pada sang legenda pribadi ; sesuatu yg sangat ingin kita capai, meski suara itu berdesibel rendah, sangat rendah. Teringat percakapan di novel tersebut  
“mengapakah kita harus mendngarkan hati kita?” tanya si bocah saat mreka membuat tenda hari itu
“karena dimanapun hatimu berada, disitulah akan kau temukan hartamu.”
kawan, percayalah… kata hatimu akan selalu menuntunmu pada hal yang kau impikan, inginkan, meski dengan cara yang tidak terduga, bahkan tak kita mengerti,, yang perlu kita lakukan adalah mengikuti kata hati.  Untuk kawan-kawan yang sedang didera cobaan berat sabarlah… sebentar lagi Insya Allah, kita akan sampai pada  apa yg kita cita-citakan dan impikan. Amin :) INGAT !  Kegagalan bukanlah pertanda kita TIDAK MAMPU tapi kita hanya BELUM MAMPU !!
Keep struggling :)

kompas.com

Rabu, 29 Mei 2013

prosopagnosia


Artikel ini diterjemahkan dari artikel majalah New Scientist berjudul The Woman Who Can't Recognise Her Face, ditulis Helen Thomson dan dipublikasikan secara online pada Kamis (2/5/2013) lalu. Artikel dimuat dalam kolom Mindscape, kolom unik tentang ilmu otak yang membahas pengalaman orang dengan kondisi neurologi yang paling misterius.

Artikel ini membahas tentang seorang perempuan bernama Heather Sellers. Ia mengalami 
prosopagnosia, tak mampu mengenali wajahnya.

Heather Sellers memiliki prosopagnosia, lebih umum dikenal dengan istilah buta wajah. "Saya tak bisa mengingat wajah manusia. Wajah manusia tidak istimewa bagi saya," katanya. "Saya tidak memproses informasi tentang wajah manusia seperti saya melakukannya pada mobil atau anjing. Ini bukan masalah visual, melainkan masalah persepsi," ungkapnya lagi.

Heather mengetahui sejak kecil bahwa ada sesuatu yang berbeda tentang caranya melihat dunianya, tetapi kondisinya tidak terdiagnosis sebelum ia berumur 30-an. "Saya selalu sadar bahwa ada yang salah, tetapi tidak mungkin bagi saya untuk memercayai persepsi saya tentang dunia. Saya sebelumnya didiagnosis mengalami kecemasan. Orangtua saya mengira saya gila," urai Heather.

Kondisi Heather diestimasikan dialami oleh 2,5 persen dari populasi dan umum ditemui bahwa mereka yang mengalaminya tak menyadari bahwa dirinya memiliki kelainan itu. "Dalam banyak hal, ini adalah kelainan yang tersembunyi," kata Heather. "Sangat mudah bagi otakmu untuk membuat kompensasi karena ada banyak cara yang bisa dipakai untuk mengidentifikasi seseorang: warna rambut, gaya berjalan, atau pakaian tertentu. Tapi, bertemu orang itu di luar konteks dan itu menghancurkan," imbuh Heather.

Saat anak-anak, Heather pernah terpisah dari ibunya ketika berada di pusat perbelanjaan. Staf toko mempertemukan kembali Heather dan ibunya, tetapi Heather bingung karena pada awalnya tak mengenali wajah ibunya. "Tapi, saya tidak sadar kalau saya tidak mengenalinya," katanya.

Kekacauan dijelaskan

Heather berusia 36 tahun saat dia menjumpai frase buta wajah di sebuah buku teks psikologi. "Saat saya melihat dua kata itu, saya tahu pasti bahwa itulah yang sama alami. Itu menjelaskan seluruh kekacauan yang saya alami," paparnya.

Heather kemudian bertemu dengan ilmuwan saraf dari Harvard University, Brad Duchaine, yang mendiagnosisnya memiliki satu dari tiga kasus paling buruk dari penyakit itu yang pernah dia jumpai.

Jadi, bagaimana rasanya tidak mengenali seseorang yang kau tahu? Heather mengatakan, kesulitan yang paling besar dari penyakitnya adalah saat tidak mampu mengenali seseorang yang dia kenal dekat, seseorang yang paling penting untuk dikenali.

Di sekolah di mana Heather mengajar Bahasa Inggris, ia tak kesulitan karena dia mengenali orang dari pakaian dan rambutnya serta meminta muridnya mengenakan tanda nama.

Tetapi, semua menjadi lebih sulit dalam sosialisasi. Sekali waktu Heather pernah menyapa orang yang salah di suatu pesta dan menaruh lengannya pada pria yang dikira adalah pasangannya. Saat kuliah, para lelaki meneleponnya dengan marah karena Heather tetap berjalan lurus tanpa menoleh dan menyapa, padahal sebelumnya mereka berkencan. "Saat itu saya berpikir, 'saya tak melihatmu, mengapa setiap orang membuat hidup saya sangat sulit?'"

Bukan cuma wajah orang lain yang tak bisa diingat, Heather juga tak bisa mengingat wajahnya sendiri. "Beberapa kali saya berada dalam keramaian di tangga berjalan dengan cermin di sisinya, lalu ada seorang perempuan bergerak dan saya menyingkir, hingga akhirnya saya menyadari 'oh, perempuan itu ternyata saya.'" Dia juga merasa terganggu ketika melihat foto dan tak mengenali dirinya.

Pemrosesan informasi wajah

Untuk mencoba memahami kondisi prosopagnosia, Duchaine dan rekannya merekam aktivitas otak dari 12 orang yang menderita prosopagnosia dan meminta untuk melihat wajah orang terkenal dan awam. Duchaine dan rekannya melihat bahwa bagian otak yang bertanggung jawab untuk menyimpan informasi visual aktif pada enam orang saat mereka melihat wajah orang terkenal.

Meski demikian, komponen lain dari aktivitas otak yang diduga merepresentasikan tahap lanjut dari pemrosesan ingatan tentang wajah tak terpicu. "Beberapa bagian dari otak mereka mengenali wajah," kata Duchaine. Namun, otak gagal untuk untuk melanjutkan informasi pada level kesadaran yang lebih tinggi.

"Mungkin perlu ada pelatihan di mana kita memberikan feedback dan mengatakan 'lihat kamu mengenali wajah itu walaupun kau tidak menyadarinya,"' kata Duchaine.

Kini Zaira Cattaneo di University of Millano-Bicocca di Italia dan rekannya mengidentifikasi area otak spesifik yang memungkinkan kita mengenali wajah rekan-rekan kita. Tim memakai stimulasi magnetiktranscranial untuk menghambat dua aspek vital dari pemrosesan wajah pada orang denganprosopagnosia. Tim menargetkan bagian prefrontal korteks sebelah kiri untuk mengeblok kemampuan membedakan fitur wajah seperti hidung dan mata serta bagian prefrontal cortex kanan untuk mengeblok kemampuan membedakan lokasi fitur tersebut satu sama lain.

Kini tim berupaya untuk mengaktivasi area otak tersebut di atas. "Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan mengingat wajah dengan secara langsung mengatur kemampuan menanggapi rangsangan bagian prefrontal cortex," urai Cattaneo.

Apakah Heather menginginkan kesembuhan haruskah sesuatu ditemukan? "Saya tak bisa membayangkan apa yang kau lihat saat melihat wajah dan itu menakutkan," katanya. "Saya bergerak maju mundur dalam upaya saya. Saya telah melakukan banyak cara untuk menemukan bagimana cara memetakan dunia saya. Saya butuh untuk menuliskan ulang semuanya. Namun, itu akan mengagumkan," urai Heather.

Catatan 

National Institute of Heakth (NIH) mendeskripsikan bahwa 
prosopagnosia adalah kelainan saraf di mana individu tak mampu mengenali wajah. Tingkatan prosopagnosia beragam, ada yang hanya tak bisa membedakan wajah yang tak dikenal hingga ada yang tak mampu membedakan wajah dengan obyek lain. Prosopagnosia tak terkait dengan hilang ingatan , ketidakmampuan belajar dan melihat.Prosopagnosia bisa disebabkan oleh trauma, stroke, maupun penyakit degenerasi saraf.

Dalam wawancara dengan majalah 
Esquire edisi Juni/Juli 2013, Brad Pitt meyakini bahwa dirinya mengalami prosopagnosia. Ia akan mencoba melakukan tes untuk mengetahui apakah dirinya memang mengalaminya.

KOMPAS.com

Selasa, 28 Mei 2013

Penakluk Kemustahilan


Dalam buku Penakluk Kemustahilan (Republika, 2012), Ammar, penulis buku sekaligus tokoh yang diceritakan, mengisahkan saat dirinya masih kecil seorang temannya bertanya perihal ketidakmampuannya berjalan (sejak usia dua bulan Amar mengalami kelumpuhan total kecuali mata dan mulut). “Kenapa engkau tidak bisa berjalan,” tanya temannya. Ammar pun balik bertanya kepadanya, “ Kenapa engkau bisa berjalan.” Temannya menjawab, “ saya bisa berjalan karena Allah telah menciptakan saya dalam keadaan bisa berjalan.” Seketika itu juga Ammar menjawab, “ Begitu juga saya, Allah telah menciptakan saya dalam keadaan tidak bisa berjalan.” (hal. 13).
Kepasrahan dan prasangka baik kepada Allah tergambar jelas dalam jawaban Ammar. Ia menyadari sepenuhnya bahwa apa yang terjadi padanya merupakan anugerah dari Allah. Bisa “berjalan” dan “tidak bisa berjalan”, dalam pandangan Allah sama saja. Pandangan kita saja yang melihatnya sebagai “kesempurnaan” dan “ketidaksempuraan”.  Padahal sejatinya sama; semuanya berasal dari Allah dan Allah juga yang akan mengurusnya.
Berbicara tentang kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, pandangan manusia umumnya mengaitkan yang satu dengan hal sempurna, baik, dan normal, sementara yang satu lagi sebagai kurang, buruk, dan tidak normal. Padahal bila kita melihatnya dengan ke-Mahaadil-an dan ke-Mahabijaksana-an Allah, bersama ketidaksempurnaan---dalam pandangan manusia---ada kesempurnaan, pun demikian, bersama kesempurnaan ada ketidaksempurnaan. Terlebih dalam masalah fisik yang sejatinya hanya wadah atau alat. Boleh jadi orang yang dianugerahi “ketidaksempurnaan” justru meraih hidup yang sempurna, lebih bermakna, dan bahagia. Sebaliknya, tidak sedikit orang yang dianugerahi “kesempurnaan’ justru menjalani hidup dengan ketidaksempurnaan, kering, dan sengsara.
Sesunguhnya yang penting bukan pada tampilan fisiknya, tetapi pada spiritnya, semangatnya, dan cara pandangnya. Kepasrahan dan prasangka baik kepada Allah akan menumbuhkan spirit, semangat, dan cara pandang yang positif. Tidak peduli apakah fisiknya sempurna atau tidak sempurna, kita akan menjalani hidup dengan semangat, percaya diri, optimis, dan bermakna. Maka, betul apa yang disampaikan Ammar yang menyebutkan bahwa kelumpuhan yang sesungguhnya itu bukanlah kelumpuhan fisik, melainkan kelumpuhan iman dan akal. Dengan kesempurnaan iman, keterbatasan fisik tidak menjadi halangan untuk meraih kesuksesan. Dan, prestasi yang diraih Ammar menunjukkan hal ini. Sebaliknya, tidak sedikit yang memiliki fisik sempurna, akan tetapi karena keterbatasan iman, terjerumus ke dalam kenistaan.[]MIS.

Republika.com

Minggu, 26 Mei 2013

Sain dan keajaiban Alqur`an


Dari Aisyah r.a. bahwasanya ia berkata: …. Kemudian Beliau (Rasulullah Saw) bersabda, “Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah tanda-tanda kekuasaan dari Allah Ta’ala yang tidak (ada kaitan) kedua gerhana tersebut dengan kematian dan kehidupan seseorang. Maka apabila kalian menyaksikan hal itu, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salatlah, dan bersedekahlah”.
(H.R. Bukhari)
Dari hadis tersebut, Rasulullah secara tegas menyatakan bahwa gerhana adalah fenomena yang dirancang Allah agar manusia mengingat kebesaran-Nya. Tidak hanya itu, beliau juga memaparkan jika terjadi gerhana, hendaknya seorang muslim melakukan amalan mulai dari berdoa, bertakbir, salat gerhana (khusuf), dan bersedekah.
Banyak hikmah yang bisa kita petik dari fenomena gerhana ini, khususnya gerhana Matahari yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini. Tepatnya hari Jumat tanggal 29 Jumadil Akhir 1434 H atau 10 Mei 2013 pada pukul 05.53 – 06.26 WIB akan terjadi gerhana Matahari sebagian. Pada momen ini, InsyaAllah Masjid Salman ITB juga akan mengadakan Salat Gerhana Bersama dengan khatib Dr. K.H. Asep Zaenal Ausop, M.Ag..
***
Bersyukur, Bukan Mengeluh
Keberadaan Matahari sebagai bola gas pijar dengan daya 1026 watt diketahui telah mensubsidi energi radiasi bagi milyaran manusia di planet Bumi. Bila harga minyak mencapai 100 dolar per barel, secara kasar subsidi energi Matahari ini setiap harinya mempunyai ekuivalensi yang setara dengan 44 juta rupiah per manusia. Subsidi energi radiasi Matahari yang besar itu membuat hidup kita “nyaman”. Padahal, energi radiasi tersebut hanyalah sekitar satu per satu milyar bagian dari energi yang dipancarkan dari seluruh permukaan Matahari.
Selain dayanya yang sangat besar, Matahari juga memiliki massa yang relatif sangat besar (1030 kg). Dengan massa tersebut, ia mengikat planet serta semua anggota tatasurya yang mengiringnya dengan gaya tarik gravitasi. Planet atau benda langit pengiring Matahari yang berukuran jauh lebih kecil ini akan membentuk bayang-bayang apabila terjadi gerhana yang menutupi Matahari. Hal ini menyebabkan sorot cahaya Matahari yang diterima akan kurang dari seratus persen.
Gerhana Matahari yang kita kenal merupakan fenomena berkurangnya sorot energi Matahari karena terhalang oleh Bulan. Fenomena ini setidaknya mengingatkan manusia atas subsidi energi yang sangat besar dari yang pantas kita syukuri dan selalu berusaha memanfaatkannya untuk berbagai keperluan hidup, bukan malah banyak mengeluh.
Kombinasi Sempurna
Hal yang menarik berikutnya, kombinasi kemiringan orbit Bulan mengelilingi Bumi yang sekitar lima derajat terhadap orbit Bumi dan Matahari (ekliptika), ukuran Bulan dan Matahari, variasi jarak Bumi – Bulan dan variasi jarak Bumi – Matahari, menjadikan fenomena gerhana Matahari dan gerhana Bulan menjadi bagian pengetahuan manusia. Manusia bisa mengenal fungsi bayang-bayang benda langit untuk mengetahui fenomena bagian luar Matahari dalam bentuk korona (cahaya semu) dan berbagai aktivitas lontaran awan plasma dari Matahari.
Selain itu, kenyataan kombinasi tersebut juga menjelaskan mengapa bisa terjadi gerhana Matahari total (arah pandang ke Matahari seluruhnya tertutup Bulan) dan gerhana Matahari cincin (hanya bagian tengah bundaran Matahari tertutup Bulan). Gerhana Matahari hibrida (campuran) pun bisa terjadi bila ukuran diameter sudut Bulan dan diameter sudut Matahari hampir sama. Kemudian, perubahan jarak yang sedikit saja dalam kurun waktu berlangsungnya gerhana Matahari bisa mengubah status gerhana Matahari, dari gerhana Matahari total menjadi gerhana Matahari cincin atau sebaliknya. (bersambung…)
 Gerhana 2013
Kombinasi ini juga menyebabkan tidak setiap bulan terjadi gerhana Matahari maupun gerhana Bulan. Fenomena ini akan berlangsung bila kedudukan Matahari di ekliptika berada dekat dengan titik simpul (titik potong) orbit Bulan terhadap ekliptika. Kondisi tersebut merupakan tanda akan datang fenomena gerhana. Secara ringkas kondisi tersebut dinamakan sebagai musim gerhana.
Pada tahun 2013, terdapat dua musim gerhana. Musim gerhana pertama akan berlangsung secara berurutan: gerhana Bulan sebagian pada 25 – 26 April 2013 (GBS 25-26 April 2013), kemudian  gerhana Matahari cincin pada 10 Mei 2013 (GMC-10 Mei 2013), dan diakhiri dengan gerhana Bulan penumbra pada 25 Mei 2013 (GBP-25 Mei 2013). Sementara itu, musim gerhana kedua akan berlangsung secara berurutan: gerhana Bulan penumbra pada 18 Oktober 2013 (GBP 18 Oktober 2013) dan gerhana Matahari hibrida pada 3 November  2013  (GMH 3 November 2013). Jadi pada tahun 2013 terdapat tiga gerhana Bulan dan dua gerhana Matahari.
GBS 25-26 April 2013 dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. GMC-10 Mei 2013 dapat disaksikan di sebagian wilayah Indonesia dalam bentuk gerhana Matahari sebagian (GMS). GBP-25 Mei 2013 tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. GBP 18 Oktober 2013 dapat disaksikan dari wilayah Pulau Sumatera, sebagian Jawa Barat dan sebagian Kalimantan Barat. GMH 3 November 2013 tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.
Dalam waktu dekat ini, GMC 10 Mei 2013 akan terjadi. Jalur gerhana Matahari cincin tersebut melewati Australia dan sebagian besar berada di samudera Pasifik. Namun, wilayah Indonesia tidak dilalui jalur GMC secara penuh. Sebagian kota di wilayah Indonesia hanya menyaksikan momen gerhana Matahari sebagian (GMS). Kota-kota di Indonesia mempunyai kesempatan waktu yang berbeda dalam menyaksikan gerhana Matahari sebagian ini, mulai dari Pekanbaru yang hanya kisaran 1 menit hingga Jayapura yang mencapai 2 jam 44 menit. Di Bandung sendiri, gerhana ini akan berlangsung sekitar 33 menit, yaitu pada pukul 05.53 – 06.26 WIB.

Sebuah Momen
Walaupun kedudukan Matahari masih rendah (pagi hari) ketika gerhana Matahari sebagian berlangsung, pengamatan secara langsung tanpa kacamata penapis cahaya Matahari tidak direkomendasikan. Pengamatan secara langsung dengan mata bugil dapat merusak retina mata dan bisa mengakibatkan kebutaan. Bagi yang hendak mengabadikannya, perlu mencari tempat yang baik untuk pengamatan dan mempersiapkan kamera maupun teleskop dengan penapis cahaya Matahari.
Semoga langit tanggal 10 Mei 2013 cerah sehingga kita dapat menyaksikan maupun mengabadikan gerhana Matahari yang merupakan fenomena kebesaran Ilahi ini. Jadikan pula momen tersebut untuk salat gerhana, berdzikir dan bersedekah. Jangan lupa pula melanjutkannya dengan salat duha pada pagi hari.
*Tulisan ini merupakan hasil saduran dari artikel yang dibuat oleh Dr. Moedji Raharto, Peneliti di Obsevatorium Bosscha dan Anggota Kelompok Keilmuan Astronomi, FMIPA ITB

Sabtu, 25 Mei 2013

Nanang Siswinarto, Empu Gandring Blitar


Nama Nanang Siswinarto (42) identik  dengan Empu Gandring, tokoh dalam sejarah Majapahit yang masyhur karena kepiawaiannya membuat keris bertuah.
Karena pergumulannya dengan logam dan aktivitas menempa baja itulah, Nanang oleh warga Blitar, Jawa Timur, dijuluki sebagai empu. Berbeda dengan Empu Gandring yang mengkreasi keris, yang diciptakan pria lulusan sekolah teknik menengah (STM) jurusan teknik mesin itu adalah pisau komando.
Pisau komando adalah sebuah istilah populer untuk pisau yang khusus digunakan sebagai senjata standar di kalangan militer. Pasukan elit ketentaraan memperlengkapi diri dengan pisau komando untuk bertarung melawan musuh atau menghadapi ancaman binatang buas dalam kondisi darurat.
Dengan kreativitas dan inovasi desain, Nanang merancang pisau komando itu melalui sentuhan estetika yang kaya bentuk dan pola. Pisau komando buatan Nanang, yang diberi merek dagang NS 26 Nisoku, bukan cuma dipesan oleh kalangan Tentara Republik Indonesia (TNI) tapi juga masyarakat umum sebagai kolektor.
Sebagai penerima Anugerah Upakarti bidang Kepeloporan Ekonomi Kreatif dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Nanang tak berhenti dalam memproduksi peralatan berbahan logam. Kini, suami dari Ratna Vindi itu juga memproduksi beragam peralatan pertanian dan peternakan dengan melibatkan para pandai besi di sekitar Blitar.
"Cita-cita saya melibatkan sebanyak mungkin para penempa dan pandai besi. Mereka harus dilibatkan sebelum usaha mereka tersapu oleh produk impor dari China yang harganya lebih murah," kata ayah dari Rahma Atika (6), Dinda (4) dan Bima Siswinarto (3) itu.
Pisau komando buatan Nanang tentu berbeda dengan pisau sejenis buatan pabrik. Produk NS 26 Nisoku mengandalkan besi baja tempa, yang mempunyai bobot lebih berat dibanding barang pabrikan yang ringan. Para kolektor berpengalaman akan mengerti kualitas antara pisau baja tempa dan pisau besi hasil produksi massal industri.
Dalam bengkelnya yang berdiri di atas lahan sekitar 3.000 meter persegi di Jalan Singorejo, Kelurahan Gedog, Blitar, belasan pemuda lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama bekerja dengan tekun. Mereka adalah baggian dari sekitar 50 pekerja pandai besi yang dilibatkan Nanang untuk menghasilkan peranti berbahan logam.
Dalam menghasilkan pisau komando, Nanang memanfaatkan baja per mobil yang sudah jadi limbah. Lempengan rem cakram sepeda motor jenis tertentu juga dimanfaatkan untuk memproduksi pisau komando yang pemasarannya juga mencapai mancanegara itu.
Berbagai pesanan dari luar pun, antara lain dari Kepolisian Diraja Malaysia, diterima Nanang dengan jalan sistem kontrak. Pernah pihak Malaysia memesan sebanyak 600 buah pedang komando dari bahan logam aluminium.
Pencapaian Nanang hingga meraih Anugerah Upakarti merupakan buah perjalanan panjang seorang pemuda lulusan STM dari keluarga prasejahtera. Begitu lulus  sekolah pada 1990, Nanang diajak salah seorang pamannya yang berkiprah sebagai penempa besi. Di masa pembelajaran inilah Nanang mengenali karakter logam dan mulai berimprovisasi dengan bentuk-bentuk pisau dalam beragam budaya, dalam rentang waktu mulai era kerajaan Majapahit.
Sambil bekerja dan menimba ilmu pembuatan beragam alat dari logam, Nanang juga terlibat dalam pemasaran produk yang dihasilkan pamannya. Ternyata perjalanan usaha tempa besi sang paman menghadapi badai ekonomi yang bernama krisis moneter pada 1998.
Sang paman menyerah karena bangkrut. Tapi Nanang pantang menyerah, terus berkiprah  dengan tekad anak muda yang membara karena kecintaannya pada kreasi produk logam. Nanang nekad meminjam uang senilai Rp10 juta dari BNI Blitar. Selama delapan bulan Nanang kerja habis-habisan. Menempa sendiri pisau buatannya dan memasarkannya ke Tulungagung, Kediri, Ngawi hingga Madiun, yang ditempuhnya dengan naik Vespa butut.
Tak jarang Nanang terkena razia dan harus berurusan dengan polisi karena berjualan senjata tajam yang biasa digunakan oleh kalangan militer. Pengalaman buruk itu memaksa Nanang untuk memperlengkapi diri dengan surat-surat izin dan surat rekomendasi dari petinggi militer yang ternyata ampuh mengatasi kesulitan di jalan-jalan saat memasarkan produk pisaunya.
Di masa-masa sulit itulah, Nanang merasa bersyukur karena masih memiliki vespa  untuk menjual pisau buatannya. Untuk mengenang jerih payahnya yang dinilainya fantastis itu, Nanang menjadikan motor lawas yang berjasa dalam menunjang karirnya itu sebagai benda bersejarah, dan memajang di salah satu ruang di rumahnya yang asri, teduh dan antik.
Setelah merasa sukses dengan mengandalkan tenaga manusia dalam memproduksi pisau komando, Nanang  kini sedang memikirkan masa depan metode kerja di bengkel usahanya. Dia yakin suatu hari nanti anak-anak muda tak ada yang mau bekerja dengan mengerahkan tenaganya untuk menempa baja yang membara. Makanya kini Nanang beraliansi dengan Universitas Negeri Malang  (UNM) untuk menciptakan mesin semi otomatik untuk menempa baja.
"Kini mesin itu sudah 80 persen selesai dan tinggal diujicobakan. Lumayan, bisa menghemat tenaga meski membutuhkan energi listrik sebagai penggantinya," tutur Nanang.
Bagi Nanang, kehadiran mesin tempa tidak harus menggusur tenaga kerja manusia. "Pisau bikinan saya membutuhkan sentuhan akhir dari tangan manusia. Di sinilah yang membedakannya dari produksi massal hasil industri, termasuk yang diimpor dari luar negeri," katanya.
Nanang tak mungkin meninggalkan ciri khas pisau komandonya, yang ditandai dengan sentuhan estetika tangan manusia. Sebab, ciri khas itu yang membuat pisau merek NS 26 Nisoku itu digandrungi penggemarnya. Dalam setiap pameran yang digelar Pemerintah Kota Blitar di berbagai kota di Tanah Air, pisau komando Nanang tak pernah sepi dari pengunjung. Harga pisau komando Nanang dipatok dengan harga bervariasi mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 2 juta.
Yang menjadi kendala bagi pengunjung pameran yang berminat membeli pisau komando Nanang adalah soal membawa pisau komando itu saat harus berhadapan dengan petugas bandara di pintu pemeriksaan sebelum naik pesawat terbang.
Namun, dengan sistem pembelian lewat jasa pengiriman barang serta pembelian online, peminat pisau komando ciptaan Nanang dapat terlayani dengan baik.
Pisau komando dengan merek NS 26 Nisoku telah mengangkat citra Blitar sebagai penghasil produk ekonomi kreatif dalam skala nasional.  Itu sebabnya, Kepala Dinas Disperindag Kota Blitar Hermansyah Permadi selalu mengajak Nanang untuk terlibat dalam aktivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Produk pisau komando NS 26 Nisoku merupakan salah satu ikon kota Blitar dan penyanggah ekonomi kerakyatan yang penting," kata Hermansyah.

Kompas.com